Blast-Off – Pasar transfer musim ini dihiasi dengan pergerakan strategis dari raksasa Italia, AC Milan. Setelah kepergian beberapa pilar penting, manajemen Milan bergerak cepat untuk mencari sosok “Nomor 9” yang memiliki profil fisik kuat dan insting gol tajam. Pilihan akhirnya jatuh kepada bomber tim nasional Jerman, Niclas Fullkrug. Namun, yang menjadi perbincangan hangat di kalangan Milanisti bukanlah sekadar nilai transfernya, melainkan kabar bahwa Niclas Fullkrug pilih nomor terkutuk di AC Milan.
Keputusan ini memicu perdebatan di media sosial dan warung kopi di sudut-sudut kota Milan. Bagi banyak penggemar, nomor 9 di AC Milan bukan sekadar angka; ia adalah warisan sekaligus beban yang sangat berat. Sejak legenda hidup Filippo Inzaghi gantung sepatu, deretan striker papan atas dunia seolah kehilangan taringnya saat mengenakan jersey dengan angka sembilan di punggung mereka. Kini, Füllkrug datang dengan kepercayaan diri tinggi untuk mematahkan kutukan tersebut.
Sejarah Kelam di Balik Nomor 9 AC Milan

Mengapa publik begitu khawatir ketika mendengar Niclas Fullkrug pilih nomor terkutuk di AC Milan? Untuk memahaminya, kita harus menengok ke belakang, tepatnya setelah era emas 2000-an. Filippo Inzaghi adalah sosok terakhir yang benar-benar berjaya dengan nomor ini. Setelahnya, muncul fenomena yang disebut sebagai “The Curse of No. 9”.
Berikut adalah beberapa nama besar yang gagal menjinakkan nomor tersebut:
-
Alexandre Pato: Sempat tampil gemilang dengan nomor 7, performanya merosot tajam akibat cedera beruntun setelah beralih ke nomor 9.
-
Fernando Torres: Datang dengan ekspektasi tinggi, El Nino hanya mampu mencetak satu gol dalam masa pinjamannya.
-
Gonzalo Higuain: Salah satu striker terbaik di masanya ini pun tak berdaya dan hanya bertahan setengah musim sebelum hengkang ke Chelsea.
-
Krzysztof Piatek: Setelah musim debut yang eksplosif dengan nomor 19, ia memilih berganti ke nomor 9 dan seketika kehilangan sentuhan emasnya.
Hanya Olivier Giroud yang baru-baru ini dianggap mampu memberikan performa stabil dengan nomor tersebut, meski banyak yang berpendapat kutukan itu belum sepenuhnya hilang. Kehadiran Füllkrug diharapkan menjadi titik balik total bagi sejarah nomor ini.
Mengapa Niclas Fullkrug Dianggap Cocok untuk Milan?
Keputusan manajemen Milan untuk mendatangkan Füllkrug bukanlah tanpa alasan. Pemain yang dijuluki “Lücke” karena celah di giginya ini memiliki atribut yang sangat dibutuhkan oleh pelatih dalam sistem permainan modern.
-
Target Man Sejati: Füllkrug adalah definisi striker klasik. Ia unggul dalam duel udara, mampu menahan bola (holding play), dan memberikan ruang bagi pemain sayap seperti Rafael Leão untuk melakukan tusukan.
-
Efisiensi Gol Tinggi: Baik di Bundesliga maupun bersama Timnas Jerman, Füllkrug dikenal sangat klinis. Ia tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol, sebuah kualitas yang sangat krusial di Serie A yang terkenal dengan pertahanan gerendelnya.
-
Mentalitas Baja: Salah satu alasan mengapa Niclas Fullkrug pilih nomor terkutuk di AC Milan adalah kekuatan mentalnya. Ia adalah pemain yang menanjak dari bawah, melewati berbagai cedera parah, dan baru bersinar di usia matang. Pemain dengan mentalitas seperti ini biasanya tidak akan terpengaruh oleh takhayul atau tekanan angka di punggung.
Analisis Taktik, Niclas Fullkrug dalam Skema Pelatih AC Milan

Bagaimana Füllkrug akan beroperasi di lapangan? Kedatangannya memberikan dimensi baru dalam penyerangan Milan. Jika sebelumnya Milan sering mengandalkan kecepatan individu, kehadiran Füllkrug memungkinkan tim untuk bermain lebih vertikal dan efektif.
Memaksimalkan Umpan Silang
Dengan bek sayap yang aktif menyerang seperti Theo Hernandez, kehadiran Füllkrug di kotak penalti adalah ancaman nyata. Ia memiliki penempatan posisi yang sangat baik untuk menyambut umpan silang akurat.
Kombinasi dengan Lini Tengah
Füllkrug bukan tipe striker yang hanya menunggu bola. Ia sering turun ke bawah untuk menjemput bola, memantulkannya kepada gelandang kreatif, lalu segera berbalik menuju kotak penalti. Skema ini akan sangat membantu lini tengah Milan untuk lebih hidup dalam membangun serangan.
Eksekutor Bola Mati
Füllkrug juga dikenal sebagai eksekutor penalti dan tendangan bebas yang mumpuni. Hal ini menambah opsi senjata bagi AC Milan ketika mereka menghadapi kebuntuan dalam permainan terbuka.
Tantangan Fisik dan Adaptasi di Serie A
Meskipun Niclas Fullkrug pilih nomor terkutuk di AC Milan dengan penuh keberanian, tantangan nyata tetaplah adaptasi di Liga Italia. Serie A memiliki karakter yang berbeda dengan Bundesliga. Di Italia, striker seringkali dikawal ketat oleh dua bek tengah sekaligus, dan ruang gerak sangatlah terbatas.
Füllkrug harus segera memahami cara kerja wasit Italia dan bagaimana berinteraksi dengan rekan setimnya yang memiliki kultur sepak bola berbeda. Namun, melihat sejarah pemain Jerman di Milan—seperti Oliver Bierhoff—pemain Jerman biasanya memiliki tingkat adaptasi yang cukup baik karena kedisiplinan taktis mereka yang tinggi.
Antusiasme Milanisti, Harapan Baru di San Siro
Dukungan suporter adalah faktor penting lainnya. Milanisti dikenal sangat loyal namun juga sangat kritis. Kabar bahwa Niclas Fullkrug pilih nomor terkutuk di AC Milan justru membuat suporter penasaran dan memberikan dukungan ekstra. Mereka melihat keberanian ini sebagai sinyal bahwa Füllkrug bukan pemain yang takut akan tantangan.
Penjualan jersey nomor 9 dengan nama Füllkrug dikabarkan melonjak di toko resmi klub. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada mitos kutukan, harapan untuk melihat striker haus gol kembali merajai San Siro jauh lebih besar daripada rasa takut akan takhayul tersebut.
Dampak Kepindahan Fullkrug Terhadap Ekosistem Klub

Kehadiran Füllkrug juga memberikan persaingan sehat di lini depan. Milan kini memiliki kedalaman skuad yang lebih baik untuk mengarungi kompetisi domestik dan Eropa secara bersamaan. Rotasi pemain akan menjadi kunci, dan memiliki striker berpengalaman seperti Füllkrug memberikan ketenangan bagi manajemen.
Selain itu, profilnya yang rendah hati namun kerja keras di lapangan sangat sesuai dengan filosofi Milan modern yang ingin membangun tim berdasarkan kolektivitas, bukan sekadar bintang individu. Füllkrug diharapkan bisa menjadi mentor bagi striker-striker muda di akademi Milan.
Akankah Kutukan Itu Berakhir?
Pada akhirnya, angka di punggung hanyalah sebuah simbol. Keberhasilan seorang pemain ditentukan oleh kerja keras, kecerdasan taktik, dan sedikit keberuntungan di lapangan hijau. Langkah Niclas Fullkrug pilih nomor terkutuk di AC Milan adalah pernyataan sikap bahwa ia datang ke Italia untuk membuat sejarahnya sendiri, bukan untuk dihantui oleh bayang-bayang kegagalan pemain lain di masa lalu.
Jika Niclas Fullkrug mampu mencetak gol secara konsisten dan membawa Milan meraih trofi, maka mitos “Nomor Terkutuk” tersebut akan terkubur selamanya. Para penggemar sepak bola di seluruh dunia, khususnya Milanisti, kini menantikan dengan napas tertahan: akankah sang raksasa Jerman ini menjadi penakluk sejati nomor 9 di San Siro?
