Blast-Off – Dunia sepak bola Italia selalu punya cara untuk melahirkan pahlawan baru di setiap musimnya. Kali ini, sorotan tertuju pada sebuah nama yang mungkin baru terdengar di telinga pecinta Serie A: Omri Gandelman. Bergabung dengan US Lecce pada bursa transfer Januari 2026, pemain asal Israel ini tidak butuh waktu lama untuk membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain pelapis.
Gandelman langsung menggebrak dengan mencetak gol-gol krusial yang membantu Lecce keluar dari masa sulit. Penampilannya yang enerjik dan insting golnya yang tajam membuat banyak orang bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok bertinggi badan 188 cm ini?
Profil Singkat dan Perjalanan Karier Omri Gandelman

Lahir pada 16 Mei 2000 di Hod HaSharon, Israel, Omri Gandelman adalah gelandang modern yang memiliki fleksibilitas tinggi. Ia memulai karier profesionalnya di Maccabi Netanya, salah satu klub ternama di negaranya. Di sana, ia berkembang menjadi pemain kunci berkat kemampuannya memenangkan duel udara dan visi bermain yang apik.
Kariernya mulai menanjak saat ia memutuskan untuk merantau ke Belgia dan bergabung dengan KAA Gent pada tahun 2023. Di Liga Belgia, Gandelman benar-benar menunjukkan produktivitasnya. Meski beroperasi sebagai gelandang, ia kerap muncul di kotak penalti lawan dan mencetak gol-gol penting. Performanya yang konsisten di Gent inilah yang menarik perhatian pencari bakat Lecce, hingga akhirnya ia diboyong ke Italia dengan nilai transfer sekitar 4,5 juta Euro pada Januari 2026.
Debut Manis dan Dampak Instan di Serie A
Adaptasi di Serie A seringkali dianggap sulit bagi pemain yang baru pertama kali merumput di Italia. Namun, Gandelman mematahkan stigma tersebut. Debutnya bersama Lecce berjalan dengan sangat impresif. Di bawah asuhan pelatih Eusebio Di Francesco, Gandelman diberikan peran sebagai gelandang serang (Attacking Midfielder) yang memiliki kebebasan untuk merangsek maju.
Puncak aksinya terjadi dalam laga melawan Udinese pada awal Februari 2026. Di pertandingan tersebut, Gandelman mencetak gol debutnya di Serie A melalui sebuah penyelesaian dingin yang mengakhiri puasa gol panjang timnya. Tak berhenti di situ, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada laga berikutnya melawan Cagliari, yang membuktikan bahwa gol pertamanya bukanlah sebuah kebetulan semata.
Gaya Bermain, Gelandang Box-to-Box dengan Insting Striker

Apa yang membuat Omri Gandelman Pemain US Lecce begitu berbahaya? Jawabannya terletak pada profil fisiknya dan pemahaman ruang. Dengan tinggi 1,88 meter, ia adalah ancaman nyata dalam situasi bola mati. Berdasarkan statistik, Omri Gandelman memiliki persentase kemenangan duel udara yang sangat tinggi dibandingkan rata-rata gelandang di Serie A.
Selain itu, ia memiliki kemampuan yang disebut sebagai “late run” ke dalam kotak penalti. Ia seringkali tidak terdeteksi oleh pemain bertahan lawan saat serangan sedang dibangun, dan tiba-tiba muncul di posisi yang tepat untuk menyambut umpan silang atau bola liar. Gaya bermainnya sering dibandingkan dengan gelandang-gelandang tipe goal-scoring yang mampu bertahan sama baiknya dengan saat menyerang.
Harapan Baru bagi Publik Via del Mare
Bagi pendukung Lecce di Stadion Via del Mare, kedatangan Gandelman adalah angin segar. Klub berjuluk I Salentini ini memang sangat membutuhkan sosok kreatif di lini tengah sekaligus pemain yang bisa menjadi solusi saat barisan penyerang mereka mengalami kebuntuan.
Keberhasilan Omri Gandelman mencetak dua gol dalam beberapa pertandingan pertamanya di Serie A memberikan optimisme bahwa Lecce bisa bertahan di papan tengah atau bahkan mengejar posisi yang lebih baik. Gandelman bukan hanya membawa gol, tapi juga karakter dan kerja keras yang sangat disukai oleh para penggemar sepak bola Italia yang militan.
Menuju Bintang Masa Depan Israel

Di level internasional, Omri Gandelman juga merupakan aset berharga bagi tim nasional Israel. Ia telah menjadi bagian penting dari timnas junior hingga senior. Keberhasilannya menembus liga top Eropa seperti Serie A tentu akan meningkatkan level permainannya dan membawa dampak positif bagi negaranya di ajang kualifikasi internasional.
Dengan kontrak jangka panjang hingga Juni 2029, US Lecce tampaknya ingin menjadikan Gandelman sebagai pilar masa depan tim. Jika ia mampu menjaga konsistensinya, bukan tidak mungkin klub-klub raksasa Serie A lainnya akan segera mengantre untuk mendapatkan tanda tangannya di musim-musim mendatang.
